Waktunya berangkat menjalani wawancara dan Anda punya satu
pertanyaan: bagaimana tata cara berpakaiannya?
Haruskah berpakaian sangat formal? Bolehkah santai saja dan
menjadi diri Anda sendiri? Lagipula mereka toh bukan mau mempekerjakan lebah
pekerja, kan? Bagaimana dengan anting-anting, tindik di hidung, tato, dsb? Apa
harus dilepas semuanya? Apakah Anda akan terlihat mengesankan apabila menonjol
di antara kerumunan orang?
Berdandan untuk menjalani wawancara adalah masalah besar, dan
sayangnya banyak yang keliru menilainya. Jawabannya sebenarnya sangat
sederhana. Interviu kerja adalah sebuah pertemuan formal antara orang-orang
yang menilai kemampuan dan kecocokan satu sama lain untuk bekerja bersama dalam
suatu lingkungan profesional yang dapat menuju pada sebuah kesepakatan legal
antara karyawan dan pimpinan –yaitu kontrak kerja- dan oleh karenanya tidak
berlebihan untuk menyebutnya profesional. Tata cara berpakaiannya, kemudian
jelas condong pada gaya formal.
Persiapkanlah dengan keseriusan yang diperlukan karena Anda
perlu melahirkan suatu kesan pada mereka yang Anda temui bahwa Anda adalah tipe
orang yang bertanggung jawab dan banyak
akal.
Ini artinya bahwa gaya santai atau bahkan gaya santai/cerdas
tidak termasuk di dalamnya. Ini artinya bahwa gaya konservatif (tidak,
maksudnya bukan berarti gaya David Cameron atau John Major; maksud saya adalah
dengan ‘k’ kecil) yang perlu Anda kenakan. Bahkan seandainya Anda akan
mengikuti wawancara sebagai petugas penerima telepon yang tidak memerlukan
tatap muka dengan pelanggan atau pekerjaan paruh-waktu di musim liburan, tetap
saja akan berpengaruh apabila Anda
menghadiri wawancara kerja dalam pakaian formal. Satu aturan yang dipromosikan
oleh sebagian besar staf personalia bahwa pelamar wajib berpakaian seolah-olah
dia akan diwawancarai untuk pekerjaan pada level yang lebih tinggi daripada
yang ia inginkan.
Tujuan Anda berdandan baik adalah untuk meninggalkan kesan
sebagai sosok yang tertata dan profesional. Tak ada yang lebih baik untuk
berhasil dalam hal ini selain memilih pakaian yang Anda kenakan, wewangian yang
Anda pakai, dan warna pakaian yang Anda pilih. Dengan warna dan pakaian
konservatif maka Anda berada dalam zona aman bersama sebagian besar yang lain,
sementara gaya pakaian berani malah bisa menyingkirkan Anda karena terlalu
berlagak secara keliru.
Beberapa hal bagi perempuan pelamar yang sebaiknya dihindari:
- terlalu banyak perhiasan –lepaskan tindik apapun yang menyolok mata, kecuali anting-anting sederhana;
- pakaian yang berwarna cerah atau pemulas kuku;
- mengunyah-ngunyah atau menggigiti kuku;
- rok yang terlalu pendek dan baju yang terlalu ketat atau terbuka;
- asesoris warna-warni atau bermotif bunga-bunga yang ramai;
- sepatu yang kurang pas (tinggalkan saja di rumah sepatu maut Jimmy Choos berhak 4 inchi);
- kemeja tanpa kerah, dsb;
- parfum beraroma tajam.
Dan untuk kaum pria:
- setelan berwarna pucat;
- setelan, kerah tanpa dasi;
- lengan yang digulung;
- tato yang terlihat menyolok;
- kolonye bercukur yang beraroma tajam;
- sepatu berwarna coklat dengan setelah warna apapun, kecuali coklat tua;
- selalu kenakan ikat pinggang warna hitam kecuali Anda memakai setelan berwarna coklat;
- kaos kaki putih dengan setelan apapun! (Ini adalah aturan penting dalam sehari-hari; kecuali Anda rutin berolahraga, maka tak ada kesempatan dalam hidup Anda bagi kaos kaki putih.)
- sandal atau sepatu apapun yang terbuka di bagian jempol kaki.
Semua hal di atas persis membuktikan bahwa Anda tidak
memperhatikan pekerjaan yang Anda minati dan hanya mengkhawatirkan gaya pribadi
Anda, yang bukan merupakan iklan penting bagi siapa pun yang sedang mencari
kolega yang cocok. Begitu Anda mendapatkan pekerjaan di sana, akan ada banyak
waktu untuk menilai gaya berpakaian yang ‘nyata’ di perusahaan tersebut.
Nah, jadi apa yang harus Anda pakai? Warna pakaian yang cocok
dengan gaya tradisional adalah biru dan abu-abu. Hitam dan coklat tua bisa sama
baiknya, namun kurang konservatif dibandingkan biru dan abu-abu.
Apapun posisinya, ingatlah baik-baik bahwa perusahaan manapun
menginginkan orang-orang yang disiplin dan profesional dalam pekerjaannya dan
yang terbaik bahwa Anda memancarkan ciri-ciri tersebut dalam cara berpakaian
dan bertingkah laku. Kemeja putih, dengan dasi polos, bergaris, atau berpola
kecil-kecil dan jas adalah wajib bagi laki-laki, sementara untuk perempuan,
yang paling baik adalah setelan kerja sepanjang mungkin, atau pilihannya adalah
jas/rok/celana panjang serius dengan kombinasi baju kerja.
Bagaimanapun juga, jangan memilih barang yang benar-benar
baru untuk dipakai mendatangi wawancara. Anda tak ingin duduk dengan suara
memalukan yang berasal dari lipatan yang terlalu ketat pada celana panjang Anda
atau mau menangis karena sepatu baru
Anda kesempitan!
Saya tahu, kedengarannya seperti nasihat dari dua abad
lampau, tapi percayalah, kebanyakan pewawancara adalah orang-orang konservatif
dalam gaya dan benar-benar mempercayai hal-hal ini. Mengingat mereka adalah
orang-orang yang memegang kuasa dan Anda adalah pihak yang bermain-main di
kebun belakang mereka, maka Andalah yang perlu menyesuaikan DIRI ANDA agar
dapat mereka terima, bukan sebaliknya.
Kalau masih belum yakin, Anda boleh menelepon dan bertanya
sebelum jadwal wawancara mengenai cara berpakaian dan kemudian berdandanlah
secara tepat.
Anda sedang berusaha menjalani wawancara ini sebagai pengingat
yang baik, jadi sebagai penutup:
- Jangan makan bawang sepanjang 48 jam sebelum waktu wawancara.
- Jangan merokok selama satu jam sebelum jadwal. Apabila Anda melakukannya, pastikan Anda mencuci tangan dan menyegarkan napas sebelum memasuki ruangan.
- Jangan pernah, JANGAN PERNAH sekali-sekali mengunyah permen karet!
0 komentar:
Posting Komentar