Memahami Pihak Perusahaan
Mengetahui apa yang akan dilakukan dan dipikirkan perusahaan bisa memberi Anda wawasan mengenai proses dan pertimbangan mereka. Selanjutnya ini dapat membantu Anda dalam mempersiapkan mengikuti proses wawancara.
PERSIAPAN
Agar berhasil mendapatkan yang terbaik dari intervius, perusahaan harus bersiap-siap sebaik mungkin. Begitu mereka memiliki daftar kandidat yang dianggap layak dan sudah memutuskan tanggal wawancara, maka mereka harus berusaha mendapatkan tempat yang tepat –kantor atau ruangan yang tenang yang bebas dari gangguan apapun serta cocok bagi semua kandidat. Mereka harus mempertimbangkan apakah ada kandidat yang cacat tubuh, mengingat untuk itu perlu pemikiran apakah perlu ada penyesuaian yang harus dilakukan, misalnya mengadakan wawancara di ruang yang terang ataukah yang bisa dicapai kursi roda. Diharapkan mereka akan menggunakan ruangan yang bisa menciptakan kesan yang baik!
Ketentuan yang baik menyatakan bahwa dua manajer dan seorang representatif Personalia hadir pada waktu interviu untuk meminimalkan kemungkinan penyimpangan apapun dan memberikan perlindungan atas tuntutan diskriminasi apapun yang bisa diajukan kandidat dibandingkan ketika dilakukan interviu secara empat mata. Tentu saja besar dan banyaknya sumber daya yang dimiliki perusahaan akan menentukan siapakah yang sebenarnya akan melakukan wawancara. Perhatikan bahwa ketika perusahaan menggunakan dua atau lebih pewawancara, artinya mereka telah bersepakat lebih dulu mengenai siapakah yang akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu. Artinya, kepala Anda akan sering berpaling dari satu pewawancara ke pewawancara yang lainnya seperti menonton pertandingan tenis!
Saat memilih jenis pertanyaan wawancara, pewawancara harus telah mengetahui benar formulir lamaran atau CV, deskripsi pekerjaan, dan spesifikasi posisi. Untuk menghindari diskriminasi dan untuk memandu pewawancara dalam membuat keputusan yang berdasar informasi yang cukup dan adil, maka mereka dituntut untuk mengajukan pertanyaan yang serupa pada masing-masing kandidat; namun demikian pertanyaan-pertanyaan individualisasi mungkin juga diperlukan dalam wawancara untuk menelusuri lebih jauh atas jawaban-jawaban atau kondisi-kondisi tertentu. Hal ini sepenuhnya bisa diterima dengan baik sepanjang pertanyaan-pertanyaannya masih terkait dengan kesesuaian antara Anda dengan pekerjaan tersebut dan tidak tersesat ke dalam detail pribadi yang tidak relevan.
Kebanyakan pertanyaan biasanya berdasarkan pada Deksripsi Pekerjaan dan Spesifikasi Posisi yang mereka gunakan untuk memilih kandidat dari semua pelamar, jadi pastikan Anda telah menguasai rincian yang tercakup dalam masing-masing hal tersebut (apabila diberitahukan pada Anda) sehingga Anda bisa menyesuaikan jawaban-jawaban Anda secara tepat. Untuk mendorong individu agar mau berbicara, maka pewawancara seringkali memakai pertanyaan terbuka yang tidak bisa dijawab hanya dengan ‘ya’ atau ‘tidak’ dan seringkali diawali dengan ‘apa’, ‘mengapa’, ‘bagaimana’, atau ‘kapan’. Jadi bersiaplah untuk menguasai bagian terbesar dalam pembicaraan itu! Secara kebetulan, praktik wawancara yang baik adalah ketika kandidat berbicara sebanyak 80% perbincangan dan pewawancara hanya 20%.
MELAKUKAN WAWANCARA
Pewawancara yang baik akan menjelaskan struktur wawancara –yaitu, memberi Anda senacan informasi latar belakang, memberitahu Anda bahwa mereka akan mengajukan serangkaian pertanyaan dan memberikan sekian waktu di akhir untuk membahas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin Anda ingin ajukan –dan berapa lama proses ini akan berlangsung.
Sepanjang wawancara berlangsung, pewawancara mungkin akan terdiam. Ingatlah bahwa tujuan interviu adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin dari diri Anda untuk menentukan apakah Anda adalah orang yang tepat untuk posisi tersebut. Mereka harus tahu bahwa keheningan apapun yang Anda sendiri sebabkan mungkin karena Anda sedang mempertimbangkan pertanyaan Anda. Jangan, bagaimanapun juga, takut untuk mengatakan semacam ‘Hmmm, coba saya pikirkan sebentar’ untuk meyakinkan bahwa mereka tahu Anda tidak sedang melamun kosong. Mereka mungkin akan mencatat secara saksama interviu tersebut, jadi jangan berhenti setiap kali tak ada kontak mata. Di akhir wawancara, pewawancara mungkin akan meyakinkan bahwa Anda memang mengetahui benar dengan istilah-istilah dan kondisi pekerjaan tersebut dan bahwa mereka bisa menerima.
Anda akan diberitahu apa yang harus dilakukan berikutnya dan kapan keputusan akan diambil. Kalau tidak diberitahu, maka bertanyalah! Mengingat kontrak kerja karyawan bisa dibuat atas dasar penawaran lisan dan penerimaan, maka pewawancara harus memastikan untuk tidak menggunakan kata-kata yang dapat ditafsirkan sebagai sebuah tawaran kecuali memang itu yang mereka maksudkan. Dalam banyak kasus –dan khususnya ketika tawaran pekerjaan yang dibuat merupakan subjek dari persyaratan dari misalnya prestasi yang memuaskan –pewawancara Anda akan mengatakan yang terbaik yang akan mereka rekomendasikan bahwa suatu penawaran  akan segera dibuat atau bahwa surat penawaran akan dikirimkan pada waktunya. Pendekatan yang paling umum adalah dengan membuat penawaran setelah itu. Pewawancara akan menyadari bahwa perjanjian yang dibuat untuk kandidat yang lolos pada saat interviu dapat berlanjut sebagai bagian dari kontrak kerja mereka, jadi  besar kemungkinan mereka akan berhati-hati untuk masuk ke rincian mengenai apapun isi penawaran yang akan menyusul. Ingatlah, pernyataan yang dibuat pada waktu berlangsungnya interviu dapat juga digunakan sebagai bukti untuk isi kontrak apabila di kemudian hari terjadi perselisihan mengenai cakupannya.
PENTINGNYA CATATAN INTERVIU
Membuat catatan sepanjang proses interviu adalah hal yang penting karena bukan hanya memandu perekrut dalam menentukan keputusan mereka dan membantu saat memberikan umpan balik pada kandidat, namun juga menolong seandainya keputusan mereka kelak dipandang ‘tidak adil’ oleh kandidat yang tidak lolos. Undang-undang Perlindungan Data (The Data Protection Act 1998) memungkinkan kandidat untuk melihat catatan interviu berupa formulir yang mereka isi dengan serangkaian informasi mengenai kandidat tersebut. Anda mempunyai hak untuk meminta melihat catatan ini kapan pun juga (mungkin ada pungutan biaya administrasi untuk beberapa kasus).



Ada pepatah lama berkaitan dengan waktu kehadiran saat wawancara: Kalau Anda tidak sepuluh menit lebih awal datang, berarti Anda sepuluh menit terlambat! Tahukah Anda, ini memang benar!
Apabila Anda tidak lebih awal tiba, Anda akan terlihat (a) tidak mempelajari lama perjalanan; atau (b) tidak berminat untuk mendapatkan kesan baik; atau (c) tidak menguasai kecakapan manajemen waktu. Waspadailah isu jalan macet apabila Anda berkendara mobil dan pastikan semua pemilihan sarana transportasi umum bisa mengantarkan Anda tiba dengan waktu leluasa. Bawalah serta surat undangan wawancara yang memuat nomor telepon perusahaan seandainya Anda terpaksa menelepon untuk memberitahukan kemungkinan terlambat datang. Apabila Anda tidak menggunakan telepon genggam, pastikan Anda membawa koin recehan untuk menelepon dari telepon umum.
Sepuluh menit nyaris setara dengan ‘penghargaan’. Waktu selama itu memberikan perusahaan kesempatan apabila mereka masih belum menyelesaikan persiapan mereka dan Anda adalah kandidat pertamanya.
Bisa jadi wawancara kandidat sebelum Anda berlangsung sedikit lebih lama atau mereka yang terlambat menemui Anda. Betapa pun menyebalkannya bagi Anda secara pribadi, tolong jangan tampakkan ini pada wajah Anda! Ingatlah, Anda bisa berterima kasih atas kepentingan yang telah Anda munculkan dalam diri mereka ketika mereka tak memperhatikan berlalunya waktu ditambah dengan waktu Anda yang terbuang sia-sia!


Waktunya berangkat menjalani wawancara dan Anda punya satu pertanyaan: bagaimana tata cara berpakaiannya?
Haruskah berpakaian sangat formal? Bolehkah santai saja dan menjadi diri Anda sendiri? Lagipula mereka toh bukan mau mempekerjakan lebah pekerja, kan? Bagaimana dengan anting-anting, tindik di hidung, tato, dsb? Apa harus dilepas semuanya? Apakah Anda akan terlihat mengesankan apabila menonjol di antara kerumunan orang?
Berdandan untuk menjalani wawancara adalah masalah besar, dan sayangnya banyak yang keliru menilainya. Jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Interviu kerja adalah sebuah pertemuan formal antara orang-orang yang menilai kemampuan dan kecocokan satu sama lain untuk bekerja bersama dalam suatu lingkungan profesional yang dapat menuju pada sebuah kesepakatan legal antara karyawan dan pimpinan –yaitu kontrak kerja- dan oleh karenanya tidak berlebihan untuk menyebutnya profesional. Tata cara berpakaiannya, kemudian jelas condong pada gaya formal.
Persiapkanlah dengan keseriusan yang diperlukan karena Anda perlu melahirkan suatu kesan pada mereka yang Anda temui bahwa Anda adalah tipe orang yang bertanggung jawab dan  banyak akal.
Ini artinya bahwa gaya santai atau bahkan gaya santai/cerdas tidak termasuk di dalamnya. Ini artinya bahwa gaya konservatif (tidak, maksudnya bukan berarti gaya David Cameron atau John Major; maksud saya adalah dengan ‘k’ kecil) yang perlu Anda kenakan. Bahkan seandainya Anda akan mengikuti wawancara sebagai petugas penerima telepon yang tidak memerlukan tatap muka dengan pelanggan atau pekerjaan paruh-waktu di musim liburan, tetap saja akan berpengaruh  apabila Anda menghadiri wawancara kerja dalam pakaian formal. Satu aturan yang dipromosikan oleh sebagian besar staf personalia bahwa pelamar wajib berpakaian seolah-olah dia akan diwawancarai untuk pekerjaan pada level yang lebih tinggi daripada yang ia inginkan.
Tujuan Anda berdandan baik adalah untuk meninggalkan kesan sebagai sosok yang tertata dan profesional. Tak ada yang lebih baik untuk berhasil dalam hal ini selain memilih pakaian yang Anda kenakan, wewangian yang Anda pakai, dan warna pakaian yang Anda pilih. Dengan warna dan pakaian konservatif maka Anda berada dalam zona aman bersama sebagian besar yang lain, sementara gaya pakaian berani malah bisa menyingkirkan Anda karena terlalu berlagak secara keliru.
Beberapa hal bagi perempuan pelamar yang sebaiknya dihindari:
  • terlalu banyak perhiasan –lepaskan tindik apapun yang menyolok mata, kecuali anting-anting sederhana;
  • pakaian yang berwarna cerah atau pemulas kuku;
  • mengunyah-ngunyah atau menggigiti kuku;
  • rok yang terlalu pendek dan baju yang terlalu ketat atau terbuka;
  • asesoris warna-warni atau bermotif bunga-bunga yang ramai;
  • sepatu yang kurang pas (tinggalkan saja di rumah sepatu maut Jimmy Choos berhak 4 inchi);
  • kemeja tanpa kerah, dsb;
  • parfum beraroma tajam.
Dan untuk kaum pria:
  • setelan berwarna pucat;
  • setelan, kerah tanpa dasi;
  • lengan yang digulung;
  • tato yang terlihat menyolok;
  • kolonye bercukur yang beraroma tajam;
  • sepatu berwarna coklat dengan setelah warna apapun, kecuali coklat tua;
  • selalu kenakan ikat pinggang warna hitam kecuali Anda memakai setelan berwarna coklat;
  • kaos kaki putih dengan setelan apapun! (Ini adalah aturan penting dalam sehari-hari; kecuali Anda rutin berolahraga, maka tak ada kesempatan dalam hidup Anda bagi kaos kaki putih.)
  • sandal atau sepatu apapun yang terbuka di bagian jempol kaki.
Semua hal di atas persis membuktikan bahwa Anda tidak memperhatikan pekerjaan yang Anda minati dan hanya mengkhawatirkan gaya pribadi Anda, yang bukan merupakan iklan penting bagi siapa pun yang sedang mencari kolega yang cocok. Begitu Anda mendapatkan pekerjaan di sana, akan ada banyak waktu untuk menilai gaya berpakaian yang ‘nyata’ di perusahaan tersebut.
Nah, jadi apa yang harus Anda pakai? Warna pakaian yang cocok dengan gaya tradisional adalah biru dan abu-abu. Hitam dan coklat tua bisa sama baiknya, namun kurang konservatif dibandingkan biru dan abu-abu.
Apapun posisinya, ingatlah baik-baik bahwa perusahaan manapun menginginkan orang-orang yang disiplin dan profesional dalam pekerjaannya dan yang terbaik bahwa Anda memancarkan ciri-ciri tersebut dalam cara berpakaian dan bertingkah laku. Kemeja putih, dengan dasi polos, bergaris, atau berpola kecil-kecil dan jas adalah wajib bagi laki-laki, sementara untuk perempuan, yang paling baik adalah setelan kerja sepanjang mungkin, atau pilihannya adalah jas/rok/celana panjang serius dengan kombinasi baju kerja.
Bagaimanapun juga, jangan memilih barang yang benar-benar baru untuk dipakai mendatangi wawancara. Anda tak ingin duduk dengan suara memalukan yang berasal dari lipatan yang terlalu ketat pada celana panjang Anda atau mau menangis karena sepatu  baru Anda kesempitan!
Saya tahu, kedengarannya seperti nasihat dari dua abad lampau, tapi percayalah, kebanyakan pewawancara adalah orang-orang konservatif dalam gaya dan benar-benar mempercayai hal-hal ini. Mengingat mereka adalah orang-orang yang memegang kuasa dan Anda adalah pihak yang bermain-main di kebun belakang mereka, maka Andalah yang perlu menyesuaikan DIRI ANDA agar dapat mereka terima, bukan sebaliknya.
Kalau masih belum yakin, Anda boleh menelepon dan bertanya sebelum jadwal wawancara mengenai cara berpakaian dan kemudian berdandanlah secara tepat.
Anda sedang berusaha menjalani wawancara ini sebagai pengingat yang baik, jadi sebagai penutup:
  • Jangan makan bawang sepanjang 48 jam sebelum waktu wawancara.
  • Jangan merokok selama satu jam sebelum jadwal. Apabila Anda melakukannya, pastikan Anda mencuci tangan dan menyegarkan napas sebelum memasuki ruangan.
  • Jangan pernah, JANGAN PERNAH sekali-sekali mengunyah permen karet!


Ketika Anda ditunjukkan tempat menunggu, bersikaplah sopan dan berterima kasihlah atas petunjuknya. Begitu Anda tiba di situ, pasang mata dan telinga Anda. Apakah ada pengumuman yang mungkin bisa memberi Anda potongan informasi yang belum Anda ketahui? Tengoklah dinding. Apakah ada salinan Pernyataan Misi? Apakah ada salinan penghargaan dari bagian Jaminan Kualitas? Apakah ada foto-foto mengenai kesuksesan masa lalu? Biasanya ada majalah perdagangan di meja yang diperuntukkan bagi para tamu untuk dibaca saksama. Apabila Anda berada di sana pada saat yang tepat, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk memindai pencarian atas referensi-referensi spesifik dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan perusahaan ini, dan juga potongan informasi yang bisa berguna begitu Anda berada di dalam ruangan. Semua sumber ini bisa sedikit banyak memberikan data yang dapat meningkatkan pengetahuan Anda mengenai perusahaan ini dan bisa menjadi informasi dalam percakapan Anda begitu Anda memasuki ruangan.
Duduk tegak di kursi yang disediakan. Saya tahu, saya bersikap seperti ibu Anda lagi! Alasan bahwa semua ini terdengar sangat akrab adalah karena ini memang kebenaran umum. Begitu Anda dipanggil untuk masuk, dan apabila Anda duduk seenaknya di sofa berlapis kulit mewah mereka, maka gambaran pertama mengenai Anda (dan ada banyak ragam laporan mengenai orang-orang yang menetapkan pikiran mereka mengenai seseorang dalam 10, 20, atau 30 detik pertama pertemuan) tak akan menjadi yang patut dipuji. Anggaplah bahwa proses wawancara telah dimulai pada menit pertama Anda memasuki kantor mereka. Bersikaplah sopan pada setiap staf yang Anda jumpai. Kesempatan besar Anda berawal di sini!