Berikan contoh pada kami sebuah contoh ketika Anda telah memberikan layanan istimewa pada pelanggan.

Sekali lagi, godaannya di sini adalah untuk menceritakan beberapa contoh ketika Anda mendaki guncang Everest hingga mencapai puncak, mencari-cari ketua ekspedisi dan berkata: ‘Ini, Anda lupa mengambil kembalian di kasir!’ Para pewawancara bersikap realistis (jujur), jadi sebuah contoh yang lebih membumi ketika Anda melakukan sedikit saja kelebihan dan meringankan beban seseorang sehingga menjadi lebih baik justru bisa diterima dengan baik di sini.
Kami menerima sebuah permintaan di kantor untuk formulir lamaran untuk posisi di kantor yang sudah kami iklankan. Salah seorang dari lantai bengkel masuk ke ruangan kami dengan setelan penuh minyak dan tangan kotor untuk mengambilnya. Dia sedikit tersadar ketika diberikan syarat dari posisi yang dia inginkan karena merupakan pekerjaan kantoran, sementara selama ini dia adalah pekerja kasar. Sepanjang proses mendapatkan formulir kosong itu saya mengajak dia bercakap-cakap, bilang padanya bagus sekali dia mencoba melamar posisi itu dan betapa dia akan mendapatkan kesempatan bagus ketika mendapatkannya dengan pengalaman di perusahaan ini dsb. demikian juga ketika menyerahkan padanya formulir itu, saya memberinya amplop ukuran A4 sehingga dia tak perlu melipat formulir itu, dan kemudian memasukkan semuanya ke dalam amplop yang lebih besar agar terhindar noda dari tangannya. Yang terpancar dari wajahnya membuat saya menyadari bahwa saya telah memberikan kesan baik pada dirinya. Hal ini baru ketahuan belakangan setelah dia tak mendapatkan pekerjaan itu, dia muncul untuk menemui saya dan mengucapkan terima kasih atas dukungan saya.

Tidak ada yang terguncang, namun kisah yang menyentuhkan ini memperlihatkan kemampuan Anda.

Ceritakan pada kami mengenai situasi terakhir ketika Anda harus mencapai sebuah keputusan tanpa memiliki semua fakta.

Walaupun contoh ini mungkin terlihat sepele, namun menunjukkan kematangan dan kemampuan untuk mendekati pekerjaan secara konseptual. Pewawancara ingin mengetahui apakah Anda memahami bahwa mendapatkan pekerjaan saja belumlah cukup. Respons Anda harus memperlihatkan banyaknya akal dan inisiatif.

Ketika saya berada di penempatan kerja dari universitas, supervisor saya, seorang manajer pemasaran, meminta saya untuk mengumpulkan lima ratus paket pers untuk dikirimkan. Saya tidak yakin susunan halaman dan press release yang harus dikirimkan, namun supervisor saya sudah berangkat untuk menemui klien. Karena khawatir memasukkan informasi dalam susunan yang keliru, maka saya berusaha menghubungi nomor ponselnya dan berbicara pada dia yang sedang berada di mobilnya. Dia menjelaskan susunan materi melalui sambungan telepon, dan akhirnya saya berhasil menghindari kesalahan yang bisa memboroskan berjam-jam pekerjaan dan keterlambatan pengiriman –belum termasuk sakit kepala.

Saya akan mempercayakan hal ini untuk Anda putuskan sendiri mengenai gaya dan isi CV Anda. Sudah banyak sumber informasi yang dapat memberitahu Anda sehubungan aspek-aspek yang berkaitan dengan pembuatan CV. Berikut ini adalah petunjuk ringkasnya:
  • Gunakan kertas terbaik yang bisa Anda peroleh.
  • Gunakan hanya kertas putih polos.
  • Jangan gunakan sampul atau map yang terlalu rumit.
  • Pilih jenis huruf yang sederhana, misalnya Arial, dan gunakan huruf yang sama pada surat pengantar.
  • Jangan gunakan bentuk umum untuk surat pengantar. Buatlah yang spesifik sesuatu isinya dengan memasukkan satu atau dua kalimat yang menggambarkan betapa diri Anda sesuai dengan yang mereka cari. Surat pengantar bukanlah sekadar pembungkus CV Anda!
  • CV Anda harus berhasil dalam 30 detik pertama sejak diambil oleh pihak perekrut. Bayangkan CV Anda adalah satu dari 50 atau bahkan 60 surat lamaran yang diterima. Anda tentu mau profesionalisme Anda terlihat, bukannya menonjol gara-gara kertas kuning terang yang Anda gunakan!
  • Beri penekanan pada prestasi-prestasi pada CV Anda; jangan sekadar membuat daftar perusahaan-perusahaan dan posisi-posisi pekerjaan Anda sebelumnya.
  • Ikuti petunjuk apapun pada iklan lowongan tersebut, misalnya menyertakan data gaji Anda terakhir –Anda jua bisa mencantumkannya pada surat pengantar.

Bayangkan kegembiraan Anda, ketika dua minggu berikutnya Anda menerima surat undangan untuk melakukan wawancara sehubungan pekerjaan baru yang tentunya akan luar biasa ini! Saat itulah kerja keras Anda baru benar-benar dimulai. Pada Bagian 2 saya akan menggali apa saja keperluan Anda untuk diperhatikan sebelum Anda mendatangi undangan wawancara kerja tersebut.

Mendapatkan pekerjaan impian adalah harapan semua orang,setelah sekian lama berkecimpung di perguruan tinggi.hal yang paling di takuti setalah lulus adalah susahnya mencari pekerjaan.Tak hayal jika banyak lulusan perguruan tinggi yang sekarang masih menganggur di rumah ,itu di sebabkan karena Lowongan pekerjaan yang ada tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja sehingga hanya yang lebih unggulah yang akan mendapatkan pekerjaan itu..
Berikut adalah tip seputar mengisi formulir lamaran kerja yang pastinya kan memikat HRD pada perusahaan yang akan kalian tuju.
Berikut Langkah-langkah Mengisi Formulir Lamaran Kerja 

  • Begitu Anda mendapatkan formulir, buatlah sekaligus satu atau dua salinannya untuk membuat draf isian Anda. Anda tentu mau formulir yang nanti dibaca oleh calon pimpinan Anda benar-benar rapi, tanpa sedikit pun kesalahan tulisan, noda kotoran, atau bahkan gaya cakar ayam.
  • Bacalah semua petunjuk yang tercantum secara saksama dan ikuti secermat mungkin,
  • Tidak perlu tergoda untuk mencoba memasukkannya dalam printer komputer untuk mengisikan jawaban Anda secara tercetak rapi pada baris-baris isian –waktu Anda akan terbuang sia-sia!
  • Jangan pernah, jangan sekali-kali, menuliskan pada kotak jawaban ‘Lihat CV terlampir.’ Dijamin formulir Anda akan ditolak. Pimpinan perusahaan menggunakan formulir ini dengan alasan kuat; mereka tak akan berbaik hati pada siapa pun yang terlalu malas untuk mengisinya.
  • Kotak-kotak isian pada formulir aplikasi cenderung berukuran kecil. Pilihlah secara cermat kata-kata Anda. Apabila kotak isian tidak cukup besar untuk sesuatu yang hendak Anda sampaikan, lampirkan selembar kertas kosong untuk tulisan Anda dan beri keterangan acuan pada formulir.
  • Saat membuat daftar dari perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya, pastikan tidak ada bagian kosong yang tidak jelas.
  • Usahakan menampilkan sikap positif melalui formulir tersebut. Apabila memungkinkan, beri tekanan pada pencapaian-pencapaian yang Anda raih.
  • Apabila diminta untuk memberikan nama referensi, pastikan Anda telah mendapatkan izin sebelumnya, atau apabila Anda tidak ingin mereka dihubungi sebelum Anda mendapatkan tawaran, tunjukkan syarat ini saat mengisi formulir.
  • Setelah Anda puas dengan draf Anda, salin rinciannya ke formulir asli. Isi formulir aplikasi dengan tulisan tangan Anda yang paling rapi dan pilihlah tinta hitam tetap jelas saat difotokopi. Jangan pernah gunakan warna lain kecuali tinta hitam atau biru.
  • Setelah Anda isi lengkap formulir lamaran, buatlah salinan fotokopinya sebagai dokumen pribadi Anda. Anda bisa membawanya saat kesempatan wawancara untuk acuan.
  • Buatlah konsep surat pengantar sebagai lampiran formulir Anda. Surat pengantar ini harus ringkas dan selalu menggunakan istilah ‘Dear Mr Smith’, atau siapa pun nama keluarga si perekrut. Jangan terpancing untuk menggunakan nama depan mereka, bahkan apabila dalam iklan menyebutkannya, karena bisa dianggap sok akrab. Jangan juga menulis ‘Dear Sir or Madam’ karena terlalu kentara kurangnya perhatian pada detail.